logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pentol Kuah Berdasi

Pentol Kuah Berdasi

KM. Serambi_Brangrea; Inovasi menjalankan usaha saat ini merupakan kunci kemajuannya ditengah persaingan yang kian ketat. Usaha atau bisnis yang sudah merambah

Kuliner Modern

KM. Serambi Brangrea
Oleh KM. Serambi Brangrea
30 Oktober, 2018 09:55:54
Kuliner Modern
Komentar: 0
Dibaca: 4182 Kali

KM. Serambi_Brangrea; Inovasi menjalankan usaha saat ini merupakan kunci kemajuannya ditengah persaingan yang kian ketat. Usaha atau bisnis yang sudah merambah dunia digital tidak hanya digeluti oleh bisnis elektronik, otomotif, atau fashion bahkan usaha kuliner tidak mau kalah untuk berinovasi dan memenuhi beranda-beranda media social.  Inovasi yang dimaksud tidak hanya terkait inovasi produk, teknik pemasaran bahkan inovasi dalam penyajiannya pun ikut ambil bagian.

Rosidin (40th) ayah dari enam anak ini telah menjual kuliner jenis Baso cilok sejak 3 tahun silam. Namun seiring ketatnya persaingan dengan bertambahnya kompetitor serta bertambahnya kebutuhan hidup mengharuskan Rosidin berfikir keras untuk menambah pengahasilannya. Sejak setahun terakhir ia menginovasi dagangannya dengan merubah Baso cilok menjadi pentol kuah. Tidak sampai disitu ia juga merubah penampilannya menjadi lebih nyentrik dan elegan dengan menggunakan pakaian rapi serta berdasi.

Penampilan seperti ini tentunya menarik perhatian sebagian orang, berawal dari penasaran dengan tampilannya tentunya orang akan tertarik untuk mencoba barang yang ditawarkan. Pentol Kuah yang dihargai Rp. 5.000 per porsi tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Harga terjangkau dan porsi cukup banyak serta higienis menjadi suguhan Rosidin kepada pelanggannya.

Ayah enam orang anak ini biasa menjual pentol kuah dari satu instansi ke instansi ke lainnya sesuai dengan permintaan pelanggan via sms atau telfon. Tak ayal Rosidin kewalahan menghadapi pelanggan yang kian hari kian bertambah. Setiap harinya ia menjadwalkan dua sesi pemasaran yakni dari pukul 08.00 yang tidak sampai pukul 11.00 barang dagangannya sudah ludes terjual. Kemudian siang hari pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.30  adalah sesi kedua ia menjajakan dagangannya. Bisa dipastikan setiap harinya seluruh pentol kuah yang ia jajakan selau ludes terjual bahkan tidak jarang yang kecewa karena tidak mendapat bagian.

Sebelum menggeluti usaha pentol kuah ini ia sudah menjalani profesi lainnya seperti menjual gorengan di kantin sekolah, namun karena hasil yang tidak memuaskan mengharuskan ia harus banting setir ke usaha lainnya. Pilihannya pun jatuh ke usaha Baso cilok yang menjadi cikal usaha pentol kuah seperti sekarang ini.

 

Baca Juga :


Yuyun (23th) pelanggan Pentol Kuah Berdasi ala Rosidin mengungkapkan bahwa rasa pentol kuahnya sangat enak dan porsi yang ditawarkan sangat banyak dengan membayar hanya Rp.5000,-. Saya tidak harus mendapat untuk banyak sekaligus, cukup untung sedikit dengan perputaran cepat adalah prinsip usaha saya ungkap Rosidin. Jadi dengan cepatnya habis terjual maka saya tidak harus capek berkeliling untuk menjajakan dagangan. Hampir semua instansi yang ada di kecamatan seteluk dan poto tano sudah menjadi pelanggan tetap saya imbuhnya.

Dari hasil berjualan pentol kuah ini ia mampu menyekolahkan anaknya di salah satu perguruan tinggi di Lombok Timur dan anak yang lainnya masih menempuh pendidikan di SMA, SMP dan SD.   Saya niatkan agar hasil keringat dan jerih payah saya berjualan bisa untuk membiayai pendidikan semua anak saya sampai keperguruan tinggi sehingga mereka tidak harus menjalani kehidupan seperti sekarang ini. Sungguh mulia cita-citamu sang “Pentol Kuah Berdasi”. (c_benk VH)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan