logoblog

Cari

Gaya Kuliner Di Mata Wisatawan

Gaya Kuliner Di Mata Wisatawan

Berkunjung ke suatu daerah wisata, rasanya tidak puas jika tidak menikmati makanan khas di  daerah tersebut. Hal ini tentu menjadi tugas

Kuliner Modern

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
17 Agustus, 2019 16:48:00
Kuliner Modern
Komentar: 0
Dibaca: 782 Kali

Berkunjung ke suatu daerah wisata, rasanya tidak puas jika tidak menikmati makanan khas di  daerah tersebut. Hal ini tentu menjadi tugas dari warga masyarakat untuk menyediakan berbagai macam makanan dan minuman khas yang berasal dari daerah tersebut. Lombok yang kini menjadi populer di sektor pariwisata banyak melibatkan warga setempat untuk membuka kuliner. Atau rumah makan. Salah satu kawasan yang siap memenuhi kebutuhan makan dan minum para wisatawan yang berkunjung di Lombok adalah Kelurahan Sayang-Sayang yang terletak di Kota Mataram.

Deretan rumah makan dan lesehan siap saji di Kelurahan Sayang-Sayang . Aneka masakan tradisional khas Lombok dapat ditemukan di kawasan ini. Beberuk, pelecing, urap-urap, lansuk hingga ayam Taliwang menjadi menu khas pada kawasan kuliner ini.

Rumah makan atau kuliner yang ada di Kelurahan Sayang-Sayang terdukung oleh pembudidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh waraga masyarakar sekitar. Tidaklah mengherankan jika pada deretan rumah makan ini menyediakan ikan nila, ikan emas (carper) dan ikan lele yang berukuran kecil dan jumbo. Dani (23 th), salah seorang warga Kelurahan Sayang-Sayangikan bertutur kalau ikan lele menjadi menu andalan di setiap rumah makan yang berjejer di kawasan ini.

Dalam pengembangannya, untuk  menarik daya tarik pengunjung, rata-rata rumah makan di kawasan Sayang-Sayang menata ruang makan seindah mungkin. Penataan kursi dan meja yang tampak klasik adalah daya tarik pengunjung. Kursi atau meja lesehan yang terbuat dari kayu atau bambu dirancang sedemikian rupa dan dikolaborasikan dengan benda-benda atau hiasan yang yang unik. Selain itu, areal persawahan, kolam ikan, tumbuhan yang rindang  menjadi bagian dari penataan rumah makan atau lesehan yang ada di kawasan ini. Lebih uniknya, ketika kita berkunjung di sebuah rumah makan yang mengitari sebuah areal persawahan yang sedang menghijau atau menguning. Hal ini tentu menjadi daya tarik pengunjung sehingga kawasan rumah makan atau kuliner di Kelurahan Sayang-Sayang ramai didatangi oleh pengunjung.

Dari pemantauan, rumah makan yang ada di kawasan Sayang-Sayag juga menjadi ajang ngumpul bareng pada keluarga, teman-teman, bahkan menjadi tempat untuk rapat atau kegiatan pertemuan yang resmi. Lesehan Green Asri adalah salah contoh lesehan yang memiliki ruang seminar, dan berbagai ruang makan ditata rapi, dan dipadukan dengan nuansa alam pedesaan.

 

Baca Juga :